Kisah Nyata Mantan Pastur Banjarbaru, yang Diislamkan Nabi Khidr, Guru Rosyad & Guru Sekumpul - ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

Rambut tebal & kuat tidak mudah rontok tanpa ke dokter‎

Kisah Nyata Mantan Pastur Banjarbaru, yang Diislamkan Nabi Khidr, Guru Rosyad & Guru Sekumpul

  • Jumat, 18 Januari 2019 | 01:04
  • Dibaca : 3670 kali
Kisah Nyata Mantan Pastur Banjarbaru, yang Diislamkan Nabi Khidr, Guru Rosyad & Guru Sekumpul
Abah Guru Sekumpul dan Guru Rosyad. foto istimewa

KISAH NYATA dari seorang mantan pastur Banjarbaru, sebut saja Hendra (40).

Saya (Hendra) sejak kecil dididik dalam ajaran Kristen yang ketat. Bahkan oleh orangtua, saya disekolahkan hingga ke Vatikan, Roma. Sekian lama akhirnya sayapun menyandang predikat sebagai pastur. Saya juga memperoleh kepercayaan untuk menggembala umat di sebuah gereja di Banjarbaru, tepatnya seberang Kampus Unlam Banjarbaru, Kalsel.

(Pastor, atau biasa dilafalkan dengan Pastur, adalah sebutan bagi pemimpin agama di lingkungan Gereja Kristen. Di Indonesia, sebutan ini biasanya digunakan untuk imam di lingkungan Gereja Katolik Roma). 

Sekitar tahun 2000-an, saya bersama rekan pastur lainnya berniat untuk rekreasi mengisi liburan akhir pekan. Tujuan kami ke Pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Kalsel). Menggunakan bus pinjaman dari gereja di Banjarmasin, kami pun berangkat.

Di pantai, kami mendirikan tenda. Sebagaimana kebiasaan, sebagai pastur saya memperoleh tenda sendiri, jadi tidak ada teman dalam tenda saya, sementara tiga tenda lainnya ada di dekat tenda saya. Sebelum tengah malam, kami pun masuk kemah dan terlelap.

Pada tengah malam, saya terbangun karena ada ucapan salam dari seseorang.
Assalamu’alaikum,” kata orang asing itu. Salam itu diulang lagi sambil menepuk-nepuk tenda saya. Penasaran, saya pun bangkit dan keluar kemah. Karena saya Kristen, saya tak menyahut salam tersebut.

Baca Juga :  Amalan Guru Sekumpul, Rahasia Agar Tiap Tahun Bisa Naik Haji, Kisah Nyata

Saya lalu menghampiri seorang kakek yang belum pernah saya kenal. Ia memakai jubah berwarna hijau dan bolang juga berwarna hijau, janggutnya hitam namun ada kombinasi putih di bagian ujungnya.

Saya lalu salami tangannya. Aneh, kehalusan tangan kakek itu lebih halus rasanya dari kain sutra. Pada bagian jempol kanan kakek itu seperti tidak bertulang.

Kenapa jempol kakek seperti tidak bertulang,” tanya saya.

Oh ini akibat kecelakaan, tapi nanti saja saya ceritakan,” kata kakek itu.

Ada apa kakek, ada keperluan apa,” tanya saya.

Saya hanya menyampaikan bahwa sudah saatnya kamu berpindah dari agamamu ke Islam, seperti agama kakek,” sahut kakek misterius itu.

Saya lihat sekeliling, tak ada yang terbangun dari dalam kemah lainnya.

Saya tidak bisa kakek, karena sudah delapan turunan, kami adalah penganut Kristen yang taat,” jawab saya.

Tidak, memang sudah saatnya kami mengikuti agama yang benar, yakni Islam, sebab sejak dalam perut ibumu, di dahimu sudah dituliskan Allah asma-Nya,” tegas kakek tersebut.

Lanjutkan baca….. MINUM AIR ZAM ZAM LALU SEKUJUR TUBUH GATAL2

Facebook Comments

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional