Saat Mesin Pesawat Terbakar dan Roda tidak Keluar, Kisah Guru Syaefuddin Djuhri Bertawassul wan Abah Guru Sekumpul - ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

Rambut tebal & kuat tidak mudah rontok tanpa ke dokter‎

Saat Mesin Pesawat Terbakar dan Roda tidak Keluar, Kisah Guru Syaefuddin Djuhri Bertawassul wan Abah Guru Sekumpul

  • Rabu, 9 Januari 2019 | 01:55
  • Dibaca : 3772 kali
Saat Mesin Pesawat Terbakar dan Roda tidak Keluar, Kisah Guru Syaefuddin Djuhri Bertawassul wan Abah Guru Sekumpul
Saat Abah Guru Sekumpul sambut rombongan Habib di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. - Foto istimewa

SAAT PESAWAT TERBAKAR DAN RODA TIDAK KELUAR
Kisah Guru Syaefuddin Djuhri Nang Bertawassul wan Guru Sekumpul

Versi Bahasa Banjar


KISAH
ini langsung ulun dengar dari Guru Syaefuddin Djuhri (Guru Banjar Indah Permai, Majelis Ta’lim Bani Ismail).

Waktu itu sidin handak bulik dari Jakarta menuju Banjarmasin menggunakan pesawat. Pas sekitar sepuluh menit lagi sampai di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, pilot memberitahukan agar para penumpang menggunakan sabuk pengaman.

Selang beberapa menit pilot memberitahukan lagi bahwa roda pesawat tidak bisa keluar dan mesin sebelah kanan mengeluarkan api. Sontak semua penumpang panik dan ribut, semua penumpang masing-masing berdoa sesuai agamanya masing-masing.

“Aku gin bingung jua,” ujar Guru Syaefuddin Djuhri.  Lalu aku pindah dan duduk di kursi belakang karena keadaannya sudah semakin buruk. Kulihat hampir semua penumpang tambah panik, dalam hati aku bapikir kalo saandainya pasawat gugur nang di balakang tadudi gugur, ujar sidin.

Guru Syaefuddin Djuhri (Guru Banjar Indah Permai)

Guru Syaefuddin Djuhri (Guru Banjar Indah Permai)

Dalam panik ini aku tapikir untuk bakiyau lawan Guru Sakumpul. Lalu aku mangiyau sidin, kada lawas datang sidin, nang maolah aku heran sidin datang batapih baju kaos dalam wan kupiah haji.

“Napa kula,” ujar Abah Guru Sekumpul.
“Kaya apa ni nah, pasawat handak gugur,” jar Guru Syaefudin.
“Salamatan haja kula ae,” sahut Abah Guru Sekumpul.

Kada lawas limbah tu sidin permisi.  Nah mulai itu kaadaan pesawat mulai membaik. Pilot memberitahukan bahwa roda sudah bisa kaluar dan pipa bahan bakar yg mengalir ke mesin yg terbakar tadi berjalan lancar. Sehingga pesawat terbang normal dan dapat mendarat dengan selamat.

Setelah pesawat mendarat salah seorang pramugari manakuni Guru Syaefuddin.
“Pa haji pian bulik ka mana ?”

“Aku bulik ka Banjarmasin, tapi aku kada langsung ka Banjar, aku handak ka Martapura dulu, handak ka wadah guruku,” ujar sidin.

Lalu pramugari tadi bapanderan lawan pilot, kada lawas limbah tu datang lagi.
“Pian kami antar dan kami umpat pian ka Martapura.”

Singkat kisah sampai di rumah Abah Guru Sakumpul, sidin dan buhan pilot pramugari tadi, lalu disambut oleh abah guru sambil baucap sidin.

“Maaf kula lah, tadi aku babaju saadanya, napa tadi aku parahatan bahira ikam bakiau banar , lalu aku badadas mandatangi ikam. Jadi saadaanya haja….maaf, kula lah.”
“Alhamdulillah syukur banar pian mau mendatangi Alhamdulillah,” ujar Guru Banjar Indah. (ayooha.com)

Semoga kisah ini semakin menambah kecintaan kita, wan Abah Guru Sakumpul, mahabbah kita wan wali Allah. Nang lagi di perjalanan, selamat sampai tujuan. diluaskan rajakinya dg syafaat Rasulullah wan barakat paguruan guru sakumpul. aamiin yaa Allah.

_____________________
Versi Bahasa Indonesia

SAAT PESAWAT TERBAKAR DAN RODA TIDAK KELUAR
Kisah Guru Syaefuddin Djuhri Yang Bertawassul dengan Guru Sekumpul

KISAH ini langsung saya dengar dari Guru Syaefuddin Djuhri (Guru Banjar Indah Permai, Banjarmasin, Majelis Ta’lim Bani Ismail).

Baca Juga :  Guru Sekumpul dan Gus Dur: Dua Wali Awal Abad 21

Waktu itu beliau ingin pulang ke Banjarmasin dari Jakarta menggunakan pesawat. Tepat sekitar sepuluh menit lagi, pesawat diperkirakan  sampai di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, pilot memberitahukan agar para penumpang menggunakan sabuk pengaman.

Selang beberapa menit kemudian, pilot memberitahukan lagi bahwa roda pesawat tidak bisa keluar dan mesin sebelah kanan mengeluarkan api. Sontak semua penumpang panik dan ribut, semua penumpang masing-masing berdoa sesuai agamanya masing-masing.

“Termasuk dengan aku, dilanda kebingungan juga,” ujar Guru Saifuddin Juhri.  “Lalu aku pindah tempat duduk ke kursi belakang karena keadaannya sudah semakin buruk. Kulihat hampir semua penumpang tambah panik, dalam hati aku berpikir, kalau saandainya pasawat jatuh, yang di belakang pasti jatuhnya paling akhir,” ujar sidin.

Dalam kepanikan ini aku terpikir untuk memanggil Abah Guru Sakumpul (waktu itu beliau masih hidup). Lalu aku memanggil beliau, tidak berapa lama, datanglah beliau. Yang membuat aku heran tuh, beliah datang dengan mengenakan sarung, kaos oblong dan berkopiah haji.

“Ada apa saudaraku,” ujar Abah Guru Sekumpul.
“Kaya apa ini nah, pasawat mau jatuh,” jar Guru Syaefudin.
“Selamatan saja saudaraku semua,” sahut Abah Guru Sekumpul.

Tidak lama setelah itu, beliau permisi.  Nah mulai saat itu keadaan pesawat mulai membaik. Pilot memberitahukan bahwa roda sudah bisa kaluar dan pipa bahan bakar yg mengalir ke mesin yang terbakar tadi berjalan lancar. Sehingga pesawat terbang normal dan dapat mendarat dengan selamat.

Setelah pesawat mendarat salah seorang pramugari bertanya ke Guru Syaefuddin.
“Pa haji, sampeyan mau pulang ke mana?”

“Aku mau pulang ke Banjarmasin, tapi aku tidak langsung ke Banjarmasi dahulu, aku mau ke Martapura dulu, mau ke rumah guruku,” ujar sidin.

Lalu pramugari tadi berbicara lagi dengan pilot pesawat. Tidak lama setelah itu, mendatangi aku lagi.
“Anda kami antar pulang dan kami akan ikut sampeyan ke Martapura.”

Singkat cerita sesampai di rumah Abah Guru Sakumpul, beliau dan pilot pramugari tadi, lalu disambut oleh Abah Guru sambil berucap beliau.

“Maaf saudaraku lah, tadi aku berpakaian seadanya, tadi aku lagi buang hajat di toilet waktu kamu manggil-manggil. Jadi aku tergesa-gesa mendatangi. Jadi saadaanya saja….maaf lah.”
“Alhamdulillah syukur betul sampeyan berkenan mendatangi saya, Alhamdulillah,” ujar Guru Banjar Indah.

Semoga kisah ini semakin menambah kecintaan kita dengan Abah Guru Sakumpul, mahabbah kita dengan wali Allah. Yang lagi di perjalanan, selamat sampai tujuan. diluaskan rejekinya dengan syafaat Rasulullah dan berkat Guru Sekumpul. aamiin yaa Allah.
_____________________
sumber rindurasul2.blogspot.co.id

Facebook Comments

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional