Kisah Seorang Pejabat, Yang Selalu Ditemui Guru Sekumpul Saat Masih Hidup atau Sudah Wafat - ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

Rambut tebal & kuat tidak mudah rontok tanpa ke dokter‎

Kisah Seorang Pejabat, Yang Selalu Ditemui Guru Sekumpul Saat Masih Hidup atau Sudah Wafat

  • Jumat, 1 Februari 2019 | 10:24
  • Dibaca : 2479 kali
Kisah Seorang Pejabat, Yang Selalu Ditemui Guru Sekumpul Saat Masih Hidup atau Sudah Wafat
Abah Guru Sekumpul & Bupati Banjar 1995-1999, H Abdul Majid (alm) dalam sebuah acara di Martapura. foto humas pemda banjar

SUDAH lama saya tinggal  di Pelaihari,  sejak dipercaya menjadi salah satu ASN. aslinya saya asal Banjarmasin, pernah kuliah di Fakultas Pertanian Unlam Banjarbaru, lalu di tengah jalan berpindah kuliah ke APDN di kota yang sama. Selepas kuliah, saya lulus tes CPNS, kemudian berkeluarga dan lalu merintis karier jadi pegawai negeri hingga sekarang.

Pada tahun 2000, saya dipercaya oleh Bupati Tanah Laut saat itu, Drs HM Danche R Arsa, untuk menjabat sebagai Wakil Kepala Satpol PP Kabupaten Tanah Laut. Mungkin karena tampilan tubuh saya yang tegap kekar dan penggemar olahraga beladiri sehingga saya dipilih. 

Nah, pada masa bertugas di satuan polisi pamong praja itulah saya sempat berselisih paham dengan salah satu anggotanya. Sebuah kejadian kecil sebenarnya, tapi karena saya dianggap pendatang baru dan masih yunior, jadi kesannya seperti anak kecil mimpin urang dewasa.  Mungkin seperti itu perkiraan saya.  Puncaknya adalah yang bersangkutan berusaha melakukan tindakan kekerasan terhadap saya, dia membawa belati ke kantor dan lalu berusaha melukai saya.  Alhamdulillah, niatnya tidak kesampaian karena keburu dilerai oleh anggota senior Satpol PP lainnya.

Malam harinya saya bermimpi di datangi Abah Guru Sekumpul. Beliau, syaikhona langsung merajah seluruh tubuh saya termasuk juga lidah. Saya tidak mengetahui apa maksud syaikhona merajah saya demikian. dan kenapa saya didatangii beliau di dalam mimpi. sesuatu yang luar biasa, karena itulah mimpi saya pertama bertemu beliau. Padahal waktu itu beliau masih hidup dan masih menggelar pengajian di Sekumpul.

Baca Juga :  Saat Mesin Pesawat Terbakar dan Roda tidak Keluar, Kisah Guru Syaefuddin Djuhri Bertawassul wan Abah Guru Sekumpul

Keesokan harinya saya ke Banjarmasin menemui ibunda, memohon didoakan agar selamat dari ancaman penganiayaan. Ibunda langsung menyuruh saya menemui Guru Amrullah (Alm) di Guntung Papuyu, Kurau, Tanah Laut (Kalsel).

Singkat cerita setelah mendengar apa yang saya alami, Guru Amrullah lalu juga merajah seluruh tubuh saya, termasuk lidah.  Ini sesuatu yang mengejutkan bagi saya. Apa pasal. Lantaran cara merajah beliau tidak jauh beda dengan yang Abah guru Sekumpul lakukan tatkala ditemui syaikhona di alam mimpi.

Jelas saja saya penasaran. Dan itu langsung saya sampaikan kepada tuan guru.  “Saya dapat ilmunya dari Guru Sekumpul juga, beliau guru saya,” pengakuan guru Amrullah. Jadi kata guru Amrullah, pada hakikatnya, yang merajah adalah Guru Sekumpul juga.

Dari sini saya baru nyadar bahwa dalam mimpi, Guru Sekumpul memberikan isyarat bahwa saya harus dirajah oleh murid beliau dengan cara yang sama yang dilakukan di alam mimpi. Cuman karena keterbatasan waktu — menemui Guru Sekumpul di alam nyata membutuhkan waktu lama mengingat kesibukan beliau dalam berdakwah– akhirnya perajahan itu diwakilkan melalui murid beliau.

Cerita ini terus berlanjut, meski dalam perspektif yang lain. Namun alurnya tetap dalam lingkup Abah Guru Sekumpul yang waktu itu masih aktif di Mushala Ar-Raudhah Sekumpul.

Murid Temui Paguruan … lanjut baca sebelah

Facebook Comments

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional