Tertular Sejak Lahir, Dua Anak Banjarbaru Meninggal Karena Penyakit Mengerikan ini - ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

Rambut tebal & kuat tidak mudah rontok tanpa ke dokter‎

Tertular Sejak Lahir, Dua Anak Banjarbaru Meninggal Karena Penyakit Mengerikan ini

  • Selasa, 1 Agustus 2017 | 23:48
  • Dibaca : 353 kali
Tertular Sejak Lahir, Dua Anak Banjarbaru Meninggal Karena Penyakit Mengerikan ini
foto radar banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU – Kebanyakan penderita HIV dan AIDS, tertular virus mematikan itu sebagai konsekuensi dari perbuatannya sendiri. Karena jajan ke lokalisasi atau pemakaian jarum suntik narkotika. Tapi segelintir orang tertular tanpa bisa mengelak atau memilih.

Dari 233 warga Banjarbaru yang menderita HIV dan AIDS, sembilan orang tertular bukan karena hubungan seksual. Dua diantaranya adalah anak kecil yang tertular orang tua. Karena lahir dari seorang ibu penderita HIV dan AIDS.

“Kedua anak ini sudah wafat. Dalam kasus anak yang tertular sejak lahir, memang berat untuk menolongnya,” kata Sekretaris KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Banjarbaru, Edi Sampana, kemarin (25/7).

Dua kasus yang menyedihkan ini disebut Edi sebagai peringatan keras. Bahwa risiko hidup dengan HIV dan AIDS tak selalu ditanggung sendirian. Lantaran bisa menular pada orang-orang yang justru sangat kita sayangi dan coba lindungi.

Jika dirincikan, penularan akibat hubungan non seksual, enam kasus terkait pemakaian jarum suntik narkotika, lima lelaki dan satu perempuan. Ditambah satu lelaki akibat transfusi darah dari penderita HIV.

Baca Juga :  Ada Polisi Beratroli Sepeda di Banjarbaru, Salah Satunya Kapolres

Angka 233 penderita ini sendiri masih berpotensi membesar. Mengingat data itu hanya perhitungan dari Januari 2005 sampai Maret 2017. “Yang terlacak hingga Maret saja sudah 16 penderita. Perkiraan kami periode April sampai Juni ini akan bertambah 16 lagi,” beber Edi.

Untuk 214 penderita yang tertular akibat hubungan seksual, sebarannya adalah 134 perempuan dan 82 pria. 87 orang merupakan pekerja seks komersial, 44 orang pasangan berisiko tinggi (risti), 42 HRM (High Risk Man, lelaki berisiko tinggi), dan 34 LSL (Lelaki Suka Lelaki).

Dari sini terlihat, penularan paling tinggi bermula dari sikap permisif pada hubungan seks bebas. Baik dengan lawan jenis apalagi dengan sesama jenis. (fud/ema)

sumber radar banjarmasin

Facebook Comments

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional