Meski Dolar AS Kuat, Pelemahan Rupiah Akan Terbatas - ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

Rambut tebal & kuat tidak mudah rontok tanpa ke dokter‎

Meski Dolar AS Kuat, Pelemahan Rupiah Akan Terbatas

  • Minggu, 20 November 2016 | 14:01
  • Dibaca : 435 kali
Meski Dolar AS Kuat, Pelemahan Rupiah Akan Terbatas

Pada penutupan perdagangan Jumat (18/11), rupiah terdepresiasi 55 poin atau 0,41% ke level Rp13.428 per dolar AS setelah diperdagangkan pada kisaran Rp13.385 – Rp13.443 per dolar AS.

Ini merupakan level terendah sejak 3 Juni 2016. Dalam sepekan kemarin, mata uang Garuda terkoreksi 0,34%. Sementara kurs tengah BI pada Jumat dipatok Rp13.408 per dolar AS. Harga rupiah tertekan oleh penguatan dolar.

Indeks dolar pada penutupan Jumat (18/11) meningkat 0,32% atau 0,32 poin menuju 101,21 yang merupakan angka tertinggi sejak 2002. Yulia Safrina, Research & Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan pernyataan Gubernur The Fed yang bernada hawkish membuat dolar menguat tajam.

Probabilitas pengerekan Fed Fund Rate (FFR) pada Desember pun stabil di atas 90% yang mengindikasikan sangat berpeluang untuk terjadi. Sejak Trump terpilih menjadi Presiden AS pada Rabu (9/11), dolar AS sudah menunjukkan teren menanjak.

Pasar merespon pidato kemenangan Trump yang menyatakan akan melakukan pemangkasan pajak dan meningkatkan anggaran untuk memacu pertumbuhan ekonomi Paman Sam. Meskipun demikian, data ekonomi domestik yang masih positif dapat menahan tekanan yang terlalu dalam terhadap rupiah.

Baca Juga :  Data Ekonomi Stabil, IHSG Diprediksi Menguat Esok Hari

Terkini, nerasa perdagangan pada bulan kesepuluh melanjutkan tren suprlus neraca perdagangan senilai US$1,2 miliar. “Proyeksi terhadap rupiah memang melemah akibat kuatnya dolar AS. Tapi tetap akan di bawah Rp14.000 per dolar AS karena data domestik yang cukup bagus,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Jumat (18/11/2016).

Bank Indonesia juga berpeluang melakukan intervensi jika rupiah jatuh terlalu dalam. Seperti pada Senin (14/11) ketika jatuh ke area Rp13.500, mata uang Garuda berbalik lebih stabil. Yulia menyimpulkan, dapat dikatakan tren rupiah ke depan bakal melemah, tetapi masih akan terbatas.

Sumber : Bisnis.com

Facebook Comments

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional