Detik-detik Terakhir Sebelum Ditabrak Kapal, Acil Ulun Tawassul Kehadirat Guru Sekumpul - Page 2 of 2 - ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

ayooha.com ! Portal Berita Banua Terkini

Rambut tebal & kuat tidak mudah rontok tanpa ke dokter‎

Detik-detik Terakhir Sebelum Ditabrak Kapal, Acil Ulun Tawassul Kehadirat Guru Sekumpul

  • Minggu, 27 Januari 2019 | 15:42
  • Dibaca : 2954 kali
Detik-detik Terakhir Sebelum Ditabrak Kapal,  Acil Ulun Tawassul Kehadirat Guru Sekumpul
Abah guru Sekumpul saat masih muda, untuk menghadiri sebuah undangan acara dengan menaiki kapal bermesin. foto istimewa

TAWASSUL DI DETIK-DETIK AKHIR

Habis maghrib,  ulun masih di rumah acil, kumpul-kumpul dengan keluarga lainnya, dan tentu saja topik pembicaraan tiada lain berkisar soal kapal yang mau menabrak rumah tadi.

Tiba-tiba kami kedatangan tamu, mereka adalah nakhoda kapal dan 1 orang ABK. Ulun pikir mereka cuma mau silaturahim sekalian ucapan syukur lantaran kapalnya sudah terhindar dari marabahaya.

Kami ke sini mau ketemu ibu (acil ulun tadi), karena ada yang mau saya tanyakan.”
Lalu kata acil ulun, “Mau tanya apa silakan nak.”
Kata nakhoda itu, “Ibu tadi baca amalan apa? Karena 5 menit sebelum kapal menabrak, ibu tadi berdiri di depan rumah sambil membaca sesuatu.”

Ulun ikut menyela, “Memang kenapa dengan bacaan acil ulun tadi?”

Nakhoda itu menjawab, “Selesai ibu tadi baca amalan itu dan kamu (ulun) menarik tangan ibu tadi, ulun lihat di depan haluan Abah Guru Sekumpul hadir dengan berpakaian lengkap seperti di foto beliau, pakai gamis, surban dan selendang. Aku lihat (kata Nakhoda itu) Abah Guru membentangkan kedua tangan beliau dan tiba-tiba buritan kapalnya menuju ke tengah sungai dengan cepat.  (Memang ulun menyaksikan buritan kapal menuju ke tengah sungai cepat sekali), dan setelah kapal tepat berada di tengah sungai waktu saya menoleh kepada kalian sebentar dan menoleh lagi ke haluan kapal, Abah Guru sudah tidak ada lagi. Saya, (kata Nahkoda itu) tanya kepada ABK yang ada di samping apakah dia juga melihat Abah Guru, ternyata tidak ada yang melihat beliau selain saya, jadi saya mau tahu apa yang ibu baca tadi?

Baca Juga :  Beruntunglah Urang Banjar, Hampir di Semua Pelosok, Terpaut Rantai Nasab Guru Sekumpul

Dengan polos Acil ulun katakan, “Aku tadi baca Al Fatihah untuk Abah Guru, lalu aku memanggil Abah Guru 5x dengan berkata, “Wahai Abah Guru Sekumpul, tolonglah kami”, hanya itu.”

Lalu Nakhoda kapal itu bilang, “Saya mau ajak ibu besok ke Sekumpul,  untuk ziarah ke makam Abah Guru sebagai ucapan terima kasih, dengan berkat beliau, Allah memberikan pertolongan,  Allah masih melindungi sehingga kapal ini tidak menabrak rumah-rumah di sini.” Dan acil ulun pun setuju.

Salah satu amalan Acil ulun ini adalah suka bernadzar, kalau itu menyangkut suatu hajat yang sangat penting. Apabila terkabul hajat itu maka beliau pasti minta bacakan Manaqib Syekh Samman dan Manaqib Abah Guru Sekumpul, walau hanya 5 orang yang hadir. Setiap apapun urusan penting atau masalah genting,  pasti nazar Acil adalah membaca dua manakib di atas. Berkahnya ya itu tadi, begitu mengalami hal-hal genting seperti peristiwa di atas, maka Acil langsung berwashilah.  (ayooha.com)

Cerita dari Yusrie Salman Al Aydrus (FP FB Pecinta Waliyullah)

via Sholahuddin Al-Fauz Martapura

















Facebook Comments

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional